memunguti aksara berserakan, menjadikannya kata, agar bermakna
04 Nov 09

dekapan

Jika nyawa ada delapan
Tak perlu takut pada belati
Jika selalu ada dekapan
Tak perlu ada perih hati

25 Oct 09

bius

Dalam isak yang tersisa
Ciummu membiusku
Menggetarkan rasa dalam dada
Meleburkan amarah dalam lampau

23 Oct 09

dipermalukan

Saya merasa dijebak. Emosi saya diaduk2 pada saat saya memang sedang kalut. Saya tau saya dicela di belakang saya. Tapi saya bertanya2, kesalahan saya apa dengan mengajukan begitu banyak pertanyaan. Saya toh bertanya karena benar2 tak tahu dan karena saya ingin tahu agar apa yang saya lakukan berjalan dengan benar. Tapi saya dipermalukan. Terlambat. Saya baru mulai memikirkan kebenaran kata2 temen2 di ujung timur itu dulu. Ini bukan idealisme dan keinginan untuk bersatu melainkan persoalan kapital. Saya menyesal tapi saya ga mau lari saat ini.

::ini bukan tentang kamu. Tapi saya ingiiiin sekali bercerita, dan hanya ke kamu saya bisa menceritakan ini::

22 Oct 09

rindu

Aku rindu kamu
Rindu rindu rindu rindu rindu
Mimpi dan air mata kini melebur
Hingga badan terasa hancur


::seumur hidup belum pernah ku merindu hingga sesakit ini dari batin hingga ke lahir::

08 Oct 09

artis

Jika persamaannya adalah pasangan artis itu, maka pasrah=tahu diri
Ia tahu diri akan usianya dan menyerahkan segala keputusan pada yang muda

Catatannya;
Jika ingin menjauh, pergilah dengan damai
Tak perlu berubah jadi orang jahat

Saya memang tetap berdiri di sini, di tempat yang sama, di TITIK NOL. Tapi saya tahu diri untuk tidak menghalangi langkahmu, dan akan menepi untuk memberi jalan lapang

07 Oct 09

titik nol

Mungkin terdengar aneh,
Tapi setelah mengalami kesakitan sehari semalam, lalu terpuruk ke titik nol, kini saya merasa seperti berada pada awal mengenalmu, pada awal mendambamu, yang terseok-seok dalam ketakpercayaandiri mengejarmu.
Jangan takut. Saya tak buta, saya tak tuli. Tetap kuhargai segala rasamu.
Kondisiku kini hanya menjelaskan, kutak pernah kehilangan cinta padamu.

06 Oct 09

membacamu

Saya membacamu
Dan saya pasrah pada apapun yang menyertainya
Mungkin sama dengan dia yang terdahulu
Akan kukatakan padamu, takkan kuajari kau jadi anak durhaka
Kuhormati mereka
Seperti juga engkau dan segala pilihanmu

::pada titik saat airmata pun enggan menetes lagi::

04 Oct 09

godam

Terbangun pada pagi yang buruk
Kepala dan hati terasa seperti dihantam godam
Ingin terpejam hingga selamanya saja
Agar tak ada lagi konflik

18 Sep 09

Peran

“Peran teraniaya…kayak sby aja”
Ini hinaan terlucu yang pernah kudengar
Tapi sanggup membuatku tergelak meski air mata berlelehan di pipi
Seketika ingin rasanya menggigitmu penuh sayang seperti saat saya gemas
Menggigit punggung, lengan, lalu menyusup di bawah ketiak
“Punya pacar mirip presiden pasti menyebalkan, ya sayang?”

16 Sep 09

memesonaku

Masih tak yakin, dear?
Wajahmu begitu memesonaku saat itu
Hingga enggan kualihkan pandang darimu
Meski akhirnya ku jengah sendiri
Saat beradu pandang denganmu

Dan hari ini aku begitu merindumu. Berharap kita mengulang lagi kebersamaan kemarin.
Menatapmu dalam diam dan meresapi rasaku
Menata debarku usai kecup hangatmu di sela pertokoan sunyi
::Aku sungguh sayang kamu!::