waktu
Saya menjerit menahan waktu yang segera memisahkan kita
Berharap ia mengulur talinya.
Saya histeris mengutuk pintu yang mencipta jarak di antara kita
Berharap ruang ini tak ada sekat
Kutunggu kau di depan pintu “exit”
Berharap kau kembali muncul dari sana, karena berdua pasti lebih baik di luar sini
Dua jam di dalam sana, akan berjalan lambat sayangku!
*maaf, penjelasan ini tak terucap karena emosi yang membuncah*