February 2011
1 post
waktu
Saya menjerit menahan waktu yang segera memisahkan kita
Berharap ia mengulur talinya.
Saya histeris mengutuk pintu yang mencipta jarak di antara kita
Berharap ruang ini tak ada sekat
Kutunggu kau di depan pintu “exit”
Berharap kau kembali muncul dari sana, karena berdua pasti lebih baik di luar sini
Dua jam di dalam sana, akan berjalan lambat sayangku!
*maaf, penjelasan ini tak...
December 2010
1 post
galau
Rasa galau ini membuatku ingin menendang meja, menyundul pintu, meninju tembok, membanting telepon, berteriak, menangis, meraung. Rasa galau ini membuatku ingin dipeluk, dibelai, dielus, dicium, dibujuk, diajak bicara. Rasa galau ini, mencampuradukkan resah dan sesal yang membuatku ingin pergi jauh. Aku lelah menangis.
October 2010
1 post
dada
ah, sial! dadaku sakit. sakiiiit sekali :(
aku butuh pelukan. pelukan yang menghangatkan
kepalaku sakit. berdentam bagai dipukul palu
aku butuh dekapan. dekapan yang membuat nyaman
July 2010
3 posts
adalah...
Kangen itu…
Saat ku berdebar mendengar suaramu di telepon
Saat ku tersipu membalas obrolanmu semalam
Saat ku tak kuasa membendung rasa ingin bertemu
bakti
Kini tak terlalu penting saya akan disukai atau tidak.
Saya hanya ingin berbuat baik seperti saya ingin memberikan bakti saya kepada orang tua.
Saya ingin menikah bukan hanya untuk saya, tapi karena saya ingin semua orang berbahagia.
*hadeuh, nangis*
belanja
Awalnya saya begitu ga nyaman dengan pertanyaan kamu.
Maluuu banget
Sampe saya nutup muka pake bantal dan nangis keras2 untuk menutupi rasa malu
Kini bersyukur pembicaraan itu selesai, dan isi pikiran saya selama ini akhirnya bisa dikeluarin juga.
Ma kasih atas pengertian kamu.
Permintaan yang tadi, akan saya usahakan.
Yuk, belanja :p
June 2010
2 posts
ketergantungan
Sepinya hari ini ga ada kamu. Padahal baru tengah malam tadi kita berpisah. Libur dua hari ini rasanya jadi tak menyenangkan, hambar.
Apa ini berarti saya sudah begitu tergantung pada hadirmu di sisiku?
Twit
Dari twit:
Emosi yang terkumpul saat kasus prita belum maksimal karena banyak penyaluran. Kini biarkan politisi seenaknya agar emosi kita memuncak, lalu meledak.
Bukti emosi belum maksimal saat kasus Prita: masih banyak yang mencibir pada awal-awal koin keadilan digagas. Sikap kelas menengah yang sudah kenyang :p
Sikap kelas menengah yang kekenyangan biasanya ‘say no’ sebelum aksi,...
May 2010
2 posts
telepon
Setiap telepon ini bergetar, jantungku berdegup kencang. Berharap namamu tercetak di layar. Berharap ada pesan darimu.
Tapi nyatanya itu twitter dan empat sms promo
Bicaralah sayang, bicaralah. Agar kutau apa yang kau rasakan saat ini.
saya ingin
Saya ingin menjadi berbeda dibanding dua malam ini. Saya ingin tak ada lagi air mata seperti dua malam ini. Saya tak ingin menjadi pengeluh seperti dua malam ini. Saya ingin bisa dibanggakan olehmu. Saya ingin menguatkan kamu. Saya ingin menjadi pendamping, tempatmu menyandarkan lelah.
Saya tak mau menjadi cengeng hanya karena hal sepele. Saya tak mau manja hanya karena menginginkan pelukan....
April 2010
1 post
eksis
“Oh, kamu eksis? Pantes sombong!”
Saya lupa quote ini dapet dimana. Tapi ini pas ditujukan pada orang2 yang ngerasa gaul banget dengan punya akun dimana2 di cyber land ini.
Quote ini sepertinya juga bisa diartikan sebagai: kalo eksis boleh sombong!
January 2010
6 posts
khawatir
Kau biarkan rasa khawatir ini terus menggunung
Yang perlahan mencekikku dalam ketakutan
Khawatir ini cinta, sayang, bukan perintah
Khawatir ini kasih, kekasih, bukan amarah
tentu
Kau meminta puisi dariku
Tentu saja akan kucipta buatmu
Karena satu kata yang terpendam dan tersimpan selalu untukmu
Rindu…
kuingin
Kuingin selalu bersamamu
Kuingin selalu mendengarmu
Kuingin selalu mendukungmu
Kuingin selalu menyemarakkan hidupmu
Kuingin selalu bisa menghiburmu
Kuingin selalu bisa mendekapmu, merasakan semua keresahanmu
Karena ku sayang kamu
Lembut
Seumur hidup tak pernah kutemukan yang sepertimu
Lelaki dengan kelembutan hati dan kepekaan yang begitu dalam
Jadi, bagaimana aku bisa berjarak sedikit pun denganmu?
Bagimana bisa kuredakan nyala cinta yang selalu membara padamu?
Bagaimana kutepis rindu setiap detik untuk bertemu denganmu?
Bagaimana bisa aku tega membiarkanmu sendirian menghadapi dunia?
Aku sayang kamu!
*kado cinta buatmu...
hilang
Selalu ada masa seperti ini
Kamu menghilang usai pertemuan panjang kita
Mungkin menjadi rutinitas bagimu untuk sendiri dulu
Tapi ku tak kunjung terbiasa
Karena kehilangan kabarmu selalu memicu kekhawatiranku
Kamu dimana?
Kamu ingin pergi?
Kabarilah meski hanya satu kata
December 2009
2 posts
tiga
Ini ultah kita
Tiga tahun berpadu
Terima kasih cinta
Saya makin sayang
Kamu membuatku bahagia
Takkan pernah kuberpaling
Karenamu hariku indah
Saya makin cinta
Kamu kian menawan
Tak pernah membosankan
Menatapmu membuatku teduh
Tiga tahun bersama
Perayaan cinta semalam
Dengan kerlip kembangapi
Bukan lewat telepon
Sungguh membuatku melayang
Terima kasih, cinta
liburan
Baru sesaat lalu kita berpisah dan aku merindukanmu lagi.
Mungkin akan begini rasanya saat liburan nanti
Aku benar-benar tak bisa jauh darimu lagi
Aku tak tahan sepi tanpa kamu dan takkan bisa ke lain hati
perfect
Dua hari ini saya teramat sangat beteeee…
Kemarin saya bete karena kerjaan saya yang kebetulan ada salahnya (yang sebenernya saya sadari sebelumnya) ditegur.
Hari ini saya bete karena, pertama, makan malam baru datang jam setengah 9 saat saya udah bener2 kelaperan.
Kedua, saya capek karena menjaga agar kerjaan saya ga ditegur lagi
Ketiga, saya bete karena hasil laundry-an sangat sangat...
November 2009
1 post
dekapan
Jika nyawa ada delapan
Tak perlu takut pada belati
Jika selalu ada dekapan
Tak perlu ada perih hati
October 2009
7 posts
bius
Dalam isak yang tersisa
Ciummu membiusku
Menggetarkan rasa dalam dada
Meleburkan amarah dalam lampau
dipermalukan
Saya merasa dijebak. Emosi saya diaduk2 pada saat saya memang sedang kalut. Saya tau saya dicela di belakang saya. Tapi saya bertanya2, kesalahan saya apa dengan mengajukan begitu banyak pertanyaan. Saya toh bertanya karena benar2 tak tahu dan karena saya ingin tahu agar apa yang saya lakukan berjalan dengan benar. Tapi saya dipermalukan. Terlambat. Saya baru mulai memikirkan kebenaran kata2...
rindu
Aku rindu kamu
Rindu rindu rindu rindu rindu
Mimpi dan air mata kini melebur
Hingga badan terasa hancur
::seumur hidup belum pernah ku merindu hingga sesakit ini dari batin hingga ke lahir::
artis
Jika persamaannya adalah pasangan artis itu, maka pasrah=tahu diri
Ia tahu diri akan usianya dan menyerahkan segala keputusan pada yang muda
Catatannya;
Jika ingin menjauh, pergilah dengan damai
Tak perlu berubah jadi orang jahat
Saya memang tetap berdiri di sini, di tempat yang sama, di TITIK NOL. Tapi saya tahu diri untuk tidak menghalangi langkahmu, dan akan menepi untuk memberi jalan...
titik nol
Mungkin terdengar aneh,
Tapi setelah mengalami kesakitan sehari semalam, lalu terpuruk ke titik nol, kini saya merasa seperti berada pada awal mengenalmu, pada awal mendambamu, yang terseok-seok dalam ketakpercayaandiri mengejarmu.
Jangan takut. Saya tak buta, saya tak tuli. Tetap kuhargai segala rasamu.
Kondisiku kini hanya menjelaskan, kutak pernah kehilangan cinta padamu.
membacamu
Saya membacamu
Dan saya pasrah pada apapun yang menyertainya
Mungkin sama dengan dia yang terdahulu
Akan kukatakan padamu, takkan kuajari kau jadi anak durhaka
Kuhormati mereka
Seperti juga engkau dan segala pilihanmu
::pada titik saat airmata pun enggan menetes lagi::
godam
Terbangun pada pagi yang buruk
Kepala dan hati terasa seperti dihantam godam
Ingin terpejam hingga selamanya saja
Agar tak ada lagi konflik
September 2009
3 posts
Peran
“Peran teraniaya…kayak sby aja”
Ini hinaan terlucu yang pernah kudengar
Tapi sanggup membuatku tergelak meski air mata berlelehan di pipi
Seketika ingin rasanya menggigitmu penuh sayang seperti saat saya gemas
Menggigit punggung, lengan, lalu menyusup di bawah ketiak
“Punya pacar mirip presiden pasti menyebalkan, ya sayang?”
memesonaku
Masih tak yakin, dear?
Wajahmu begitu memesonaku saat itu
Hingga enggan kualihkan pandang darimu
Meski akhirnya ku jengah sendiri
Saat beradu pandang denganmu
Dan hari ini aku begitu merindumu. Berharap kita mengulang lagi kebersamaan kemarin.
Menatapmu dalam diam dan meresapi rasaku
Menata debarku usai kecup hangatmu di sela pertokoan sunyi
::Aku sungguh sayang kamu!::
gempa
Maafkan aku lagi, ya
Tadi sedemikian paniknya, sampai aku menelponmu berkali-kali dan seperti tak kenal waktu. Tak berpikir mungkin kau pun tengah panik dan berusaha menghubungi orang-orang.
Aku hanya ingin tau, bahwa kau baik-baik saja. Aku sungguh panik ketika membaca begitu banyak orang yang harus dilarikan ke rumah sakit karena gempa yang bukan berpusat di sini.
August 2009
5 posts
silet
Begini rasanya disilet. Sungguh aneh, tak ada air mata setetes pun. Mendadak sumbernya kering hingga ke dasar terdalam.
Begini rasanya dikukuhkan sebagai parasit sejati, pengganggu nomor satu.
bicaralah
Sudah berulang kali kukatakan tentang ini: jika butuh waktu untuk sendiri, bicaralah sebelumnya. Agar aku tak seenaknya memasuki ruang pribadimu.
Tanpa bicara, akan berujung pada ketakenakan seperti ini kan?
Sama seperti akhir sebuah pertemuan; dibarengi keributan, besar maupun kecil. Menyedihkan, seperti tak ada hal manis yang patut dikenang dan dilanjutkan dari pertemuan sebelumnya. Yang kau...
pangkuan
Dingin. Sunyi. Laper. Sedih. Sendiri.
Saat seperti ini ingin rasanya terbang pulang ke pangkuan mama dan tak kembali lagi ke sini.
Tapi kalau saya di sana, saya pasti tak kuat, karena saya ga bisa nangis. Saya tak pernah berani nangis saat berada di rumah.
Kepribadian ganda? :p
sepadan
Lontaran rasa nyaris melepaskan kata-kata ini, “Lupakan saja saya, carilah perempuan yang lebih sepadan”.
Tapi suara dalam kepala mencegah saya karena katanya, saya belum tiba pada titik penghabisan. Saya masih layak bertaruh nasib.
Bukan soal kesepadanan. Bukan pula soal air mata yang akan habis terkuras. Tapi tentang sepasang manusia agung yang berjuang mengantarku ke bumi agar...
curi
satu-satunya bentuk pencurian yang kusukai adalah saat kau mencuri pipi dan bibirku untuk kau kecup. saya kangen dan ketagihan! :p
July 2009
4 posts
garis
Arghhh…saya menginjak garis lagi
Batas garis hak, ego, dan emosi
Bagaimana agar tak terulang kembali?
Hukuman apa kali ini?
pagi ini
Membuka pejam dari lelap semalam terasa berat
Mimpi tentangmu hilangkan segala penat
Sungguh, pelukmu kutunggu sebelum pagi menggeliat
terjaga
Setiap terjaga dari pengaruh obat-obat ini, yang terlintas hanya namamu. Tapi kenapa panggilanku tak pernah terjawab? Apa mungkin terlalu lelah menemaniku?
ujung
ini seperti perjalanan tanpa ujung
dan saya digempur berjuta ketakutan
May 2009
1 post
sopan
saya sungguh ingin tahu, seberapa kurangajar kah saya?
April 2009
2 posts
pelukan
sayangku, dimana kubisa menemuimu hari ini?
kuhanya ingin bisa memberimu sebuah pelukan hangat
atau apapun yang bisa kulakukan buatmu
love u, so much
alasan
tak mungkin untuk tak memikirkanmu
karena kamu,
salah satu alasan saya berada di sini
February 2009
1 post
panik
saya panik. saya berusaha meredamnya. tapi saya butuh pegangan, agar tak merasa sendirian.
January 2009
4 posts
sungguh
setiap ada rencana ketemuan, selalu saja ada kejadian kayak gini.
mungkin karena saya memang ga sungguh penting
tenang
tenang tenang sajalah. saya ini parasit yang tau diri.
parasit
Pernah kubilang, kau merdeka atas waktu dan tempat
Meski kumeraung, kumengerti kau tak sempat
Tapi jangan GR dong, kuhanya mau pamit
Kutau diri kok, kuhanya parasit
ga perlu
karena saya bukan temanmu maka saya ga boleh komentar?
karena saya bukan temanmu maka saya ga perlu dijawab?
November 2008
1 post
jatah
mungkin jatah ngobrol gw cuma sampe tadi siang. mari mencari kesibukan. menghubungi kawan2 lama sekedar buat temen ngobrol. ah, semoga mereka ga sibuk malem mingguan ya…
nasib!!!
October 2008
2 posts
kristalisasi
Di organisasi manapun, akan terjadi kristalisasi. Selalu ada yang teguh pada pendirian dan ada yang berkhianat, jadi jangan kaget lagi.
Ismary, dari blog lama yang kian sepi
pelangi
menarilah dan terus tertawa walau dunia tak seindah surga ::apapun keadaannya, kita [ya, saya dan kamu] harus kuat dan saling menguatkan::