perfect
Dua hari ini saya teramat sangat beteeee…
Kemarin saya bete karena kerjaan saya yang kebetulan ada salahnya (yang sebenernya saya sadari sebelumnya) ditegur.
Hari ini saya bete karena, pertama, makan malam baru datang jam setengah 9 saat saya udah bener2 kelaperan.
Kedua, saya capek karena menjaga agar kerjaan saya ga ditegur lagi
Ketiga, saya bete karena hasil laundry-an sangat sangat mengecewakan.
Apakah saya memang orang yang terlalu perfect?
Dan, kamu dimana? Saya butuh kamu untuk menenangkanku :(
dipermalukan
Saya merasa dijebak. Emosi saya diaduk2 pada saat saya memang sedang kalut. Saya tau saya dicela di belakang saya. Tapi saya bertanya2, kesalahan saya apa dengan mengajukan begitu banyak pertanyaan. Saya toh bertanya karena benar2 tak tahu dan karena saya ingin tahu agar apa yang saya lakukan berjalan dengan benar. Tapi saya dipermalukan. Terlambat. Saya baru mulai memikirkan kebenaran kata2 temen2 di ujung timur itu dulu. Ini bukan idealisme dan keinginan untuk bersatu melainkan persoalan kapital. Saya menyesal tapi saya ga mau lari saat ini.
::ini bukan tentang kamu. Tapi saya ingiiiin sekali bercerita, dan hanya ke kamu saya bisa menceritakan ini::
artis
Jika persamaannya adalah pasangan artis itu, maka pasrah=tahu diri
Ia tahu diri akan usianya dan menyerahkan segala keputusan pada yang muda
Catatannya;
Jika ingin menjauh, pergilah dengan damai
Tak perlu berubah jadi orang jahat
Saya memang tetap berdiri di sini, di tempat yang sama, di TITIK NOL. Tapi saya tahu diri untuk tidak menghalangi langkahmu, dan akan menepi untuk memberi jalan lapang
titik nol
Mungkin terdengar aneh,
Tapi setelah mengalami kesakitan sehari semalam, lalu terpuruk ke titik nol, kini saya merasa seperti berada pada awal mengenalmu, pada awal mendambamu, yang terseok-seok dalam ketakpercayaandiri mengejarmu.
Jangan takut. Saya tak buta, saya tak tuli. Tetap kuhargai segala rasamu.
Kondisiku kini hanya menjelaskan, kutak pernah kehilangan cinta padamu.