memunguti aksara berserakan, menjadikannya kata, agar bermakna
18 Sep 09

Peran

“Peran teraniaya…kayak sby aja”
Ini hinaan terlucu yang pernah kudengar
Tapi sanggup membuatku tergelak meski air mata berlelehan di pipi
Seketika ingin rasanya menggigitmu penuh sayang seperti saat saya gemas
Menggigit punggung, lengan, lalu menyusup di bawah ketiak
“Punya pacar mirip presiden pasti menyebalkan, ya sayang?”

16 Sep 09

memesonaku

Masih tak yakin, dear?
Wajahmu begitu memesonaku saat itu
Hingga enggan kualihkan pandang darimu
Meski akhirnya ku jengah sendiri
Saat beradu pandang denganmu

Dan hari ini aku begitu merindumu. Berharap kita mengulang lagi kebersamaan kemarin.
Menatapmu dalam diam dan meresapi rasaku
Menata debarku usai kecup hangatmu di sela pertokoan sunyi
::Aku sungguh sayang kamu!::

03 Sep 09

gempa

Maafkan aku lagi, ya
Tadi sedemikian paniknya, sampai aku menelponmu berkali-kali dan seperti tak kenal waktu. Tak berpikir mungkin kau pun tengah panik dan berusaha menghubungi orang-orang.

Aku hanya ingin tau, bahwa kau baik-baik saja. Aku sungguh panik ketika membaca begitu banyak orang yang harus dilarikan ke rumah sakit karena gempa yang bukan berpusat di sini.

31 Aug 09

silet

Begini rasanya disilet. Sungguh aneh, tak ada air mata setetes pun. Mendadak sumbernya kering hingga ke dasar terdalam.
Begini rasanya dikukuhkan sebagai parasit sejati, pengganggu nomor satu.

29 Aug 09

bicaralah

Sudah berulang kali kukatakan tentang ini: jika butuh waktu untuk sendiri, bicaralah sebelumnya. Agar aku tak seenaknya memasuki ruang pribadimu.

Tanpa bicara, akan berujung pada ketakenakan seperti ini kan?
Sama seperti akhir sebuah pertemuan; dibarengi keributan, besar maupun kecil. Menyedihkan, seperti tak ada hal manis yang patut dikenang dan dilanjutkan dari pertemuan sebelumnya. Yang kau suguhkan hanya kebisuan.

::segenggam erat harapan akhirnya terburai. Sebongkah rindu berkeping jadi debu::

27 Aug 09

pangkuan

Dingin. Sunyi. Laper. Sedih. Sendiri.

Saat seperti ini ingin rasanya terbang pulang ke pangkuan mama dan tak kembali lagi ke sini.

Tapi kalau saya di sana, saya pasti tak kuat, karena saya ga bisa nangis. Saya tak pernah berani nangis saat berada di rumah.
Kepribadian ganda? :p

22 Aug 09

sepadan

Lontaran rasa nyaris melepaskan kata-kata ini, “Lupakan saja saya, carilah perempuan yang lebih sepadan”.

Tapi suara dalam kepala mencegah saya karena katanya, saya belum tiba pada titik penghabisan. Saya masih layak bertaruh nasib.

Bukan soal kesepadanan. Bukan pula soal air mata yang akan habis terkuras. Tapi tentang sepasang manusia agung yang berjuang mengantarku ke bumi agar bisa tegak setara dengan manusia lain.
Sembah sujudku mama, baktiku bapak!

17 Aug 09

curi

satu-satunya bentuk pencurian yang kusukai adalah saat kau mencuri pipi dan bibirku untuk kau kecup. saya kangen dan ketagihan! :p

29 Jul 09

garis

Arghhh…saya menginjak garis lagi
Batas garis hak, ego, dan emosi
Bagaimana agar tak terulang kembali?
Hukuman apa kali ini?

22 Jul 09

pagi ini

Membuka pejam dari lelap semalam terasa berat
Mimpi tentangmu hilangkan segala penat
Sungguh, pelukmu kutunggu sebelum pagi menggeliat